Final Panas di Kancah ASEAN
Laga final AFF U-23 2025 antara Indonesia dan Thailand menyedot perhatian seluruh pecinta sepak bola Asia Tenggara. Digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, atmosfer pertandingan sangat meriah dengan dukungan puluhan ribu suporter dari kedua kubu.
Pertemuan Indonesia dan Thailand di level U-23 memang selalu menarik. Keduanya adalah raksasa ASEAN dalam hal pembinaan usia muda. Kedua tim punya rekam jejak kuat di turnamen ini, dan final kali ini menjadi ajang pembuktian siapa yang paling dominan di kawasan.
Timnas Indonesia tampil impresif sejak babak grup, dengan lini tengah yang solid dan serangan cepat dari sisi sayap. Thailand juga tak kalah kuat, dengan penguasaan bola apik dan organisasi pertahanan yang disiplin.
Jalannya Pertandingan: Ketegangan Sejak Menit Awal
Begitu pertandingan dimulai, tempo langsung tinggi. Indonesia mengandalkan kecepatan Marselino Ferdinan dan Witan Sulaeman untuk menusuk pertahanan lawan, sementara Thailand merespon lewat kombinasi cepat di area tengah.
Indonesia membuka skor lebih dulu lewat sundulan Rizky Ridho di menit ke-22 setelah tendangan pojok dari Pratama Arhan. Namun keunggulan itu tak bertahan lama, Thailand membalas di menit ke-35 melalui sepakan jarak jauh Jirayu dan skor 1-1 bertahan hingga babak pertama.
Babak kedua jadi lebih menegangkan. Kedua pelatih melakukan perubahan taktik untuk mencari gol kemenangan. Indonesia akhirnya unggul lagi lewat tendangan penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang. Skor 2-1 membuat GBK bergemuruh hingga akhir pertandingan.
Statistik dan Pemain Kunci
Secara statistik, Indonesia unggul dalam jumlah tembakan ke gawang (7 berbanding 4) dan penguasaan bola mencapai 54%. Sementara Thailand lebih banyak melakukan pelanggaran, terutama untuk menghentikan serangan balik cepat Indonesia.
Pemain terbaik di laga ini bisa dibilang Marselino Ferdinan, yang tidak hanya mengatur serangan tapi juga ikut membantu pertahanan. Di sisi Thailand, kiper mereka tampil heroik dengan banyak penyelamatan, meskipun akhirnya tetap kebobolan dua kali.
Keputusan wasit yang memberikan penalti sempat diperdebatkan, tetapi tayangan ulang menunjukkan kontak jelas. Situasi ini menjadi momen penentu dan tidak menimbulkan kontroversi besar.
Penutup
Pertandingan final Indonesia vs Thailand U-23 di AFF 2025 membuktikan bahwa sepak bola ASEAN semakin kompetitif dan menarik. Dengan kemenangan ini, Timnas Indonesia U-23 mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama di kawasan, serta menjadi simbol kebangkitan generasi muda sepak bola Tanah Air.
Semangat juang, strategi matang, dan dukungan suporter menjadi kombinasi sempurna dalam meraih gelar. Semoga kemenangan ini menjadi pijakan kuat untuk prestasi lebih tinggi di level Asia dan dunia ke depannya.