mahasiswa

Aksi Mahasiswa di Gedung DPR 15 Juli 2025: Suara Rakyat Menuntut Perubahan

Lifestyle Politik

Latar Belakang Aksi Mahasiswa 15 Juli 2025

Aksi mahasiswa pada 15 Juli 2025 di depan Gedung DPR Jakarta kembali menjadi sorotan nasional. Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas turun ke jalan membawa spanduk, pengeras suara, dan semangat untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Demonstrasi ini dipicu oleh sejumlah kebijakan kontroversial pemerintah terkait revisi undang-undang pendidikan, kenaikan harga bahan pokok, dan isu transparansi anggaran negara.

Kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi menjadi dasar dari gerakan mahasiswa ini. Mereka tidak hanya menuntut pembatalan kebijakan, tetapi juga reformasi sistemik yang dinilai semakin menjauh dari kepentingan rakyat. Aksi ini menunjukkan bahwa generasi muda masih peduli dan siap menjaga jalannya demokrasi di Indonesia.

Di berbagai daerah lain seperti Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya, aksi serupa juga digelar dengan massa yang cukup besar. Meski sempat terjadi gesekan kecil, secara umum aksi berlangsung damai dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.


Tuntutan Utama dan Isu yang Diangkat

Mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang dianggap mendesak untuk ditanggapi pemerintah. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Membatalkan Revisi UU Pendidikan Nasional
    Mahasiswa menilai revisi ini hanya menguntungkan pihak tertentu dan menghilangkan semangat pendidikan yang inklusif dan merata.

  2. Menstabilkan Harga Bahan Pokok
    Kenaikan harga beras, minyak, dan telur yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir sangat membebani masyarakat kelas menengah ke bawah.

  3. Menuntut Transparansi Anggaran
    Banyak dugaan penyalahgunaan anggaran di sektor infrastruktur dan sosial yang belum dijawab pemerintah secara terbuka.

Tuntutan ini tidak hanya berasal dari kelompok mahasiswa, tetapi juga didukung oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan tokoh publik. Mereka berharap ada ruang dialog terbuka antara pemerintah dan perwakilan mahasiswa untuk membahas masalah ini secara menyeluruh.


Reaksi Pemerintah dan DPR

Pihak DPR merespons aksi ini dengan menyatakan kesiapan menerima perwakilan mahasiswa untuk berdialog. Namun, beberapa pengamat menilai respons tersebut terlalu normatif dan belum konkret menjawab isu yang dibawa massa aksi. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menyebut bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik, namun juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban publik.

Sementara itu, beberapa anggota DPR dari oposisi menyuarakan dukungan terhadap mahasiswa. Mereka bahkan mengusulkan pembentukan panitia khusus untuk mengkaji ulang kebijakan yang dipersoalkan.

Respon dari masyarakat pun beragam. Banyak yang memuji keberanian mahasiswa menyuarakan aspirasi rakyat, namun ada pula yang menilai aksi ini bisa ditunggangi kepentingan politik tertentu. Di media sosial, tagar #AksiMahasiswa15Juli2025 dan #RakyatBersuara sempat menduduki trending topik selama dua hari berturut-turut.


Penutup: Gerakan Mahasiswa dan Masa Depan Demokrasi

Peristiwa 15 Juli 2025 menjadi pengingat bahwa gerakan mahasiswa masih memiliki pengaruh besar dalam demokrasi Indonesia. Aksi ini mencerminkan keresahan kolektif masyarakat dan keinginan kuat untuk perbaikan sistem. Harapannya, pemerintah tidak sekadar mendengar, tetapi benar-benar menindaklanjuti tuntutan demi terciptanya keadilan dan kemakmuran bersama.